Arsip Kategori: FANS

Kasus-kasus Penggemar Fanatik K-Pop Dari Seluruh Dunia

Kasus-kasus Penggemar Fanatik K-Pop Dari Seluruh Dunia

Penggemar Fanatik K-Pop – Tiap idola semestinya mempunyai penggemar. Dan beberapa di antara mereka mempunyai rasa cinta yang lebih besar sehingga cenderung fanatik. Semacam pula yang terjadi dengan K-Pop. Tetapi dari sudut pandang psikologi, kegandrungan para K-Popers ini kepada Selebriti Korea Yang Multi Talenta memunculkan minat sekalian kecemasan.

Kasus-kasus Penggemar Fanatik K-Pop Dari Seluruh Dunia

Hal itu diakui oleh praktisi dan akademisi psikologi Vierra Adella. Dosen Universitas Atma Jaya Jakarta hal yang demikian malahan menyebut bahwa kegandrungan para K-Popers yang jumlahnya dapat dibilang masif sebagai sebuah “fenomena” dan jadi lahan baru bagi beberapa orang mendulang cuan.

Media menunjang, bisnis dukung. terus sosial media enggak stop. Mereka [industri hiburan Korea] juga produktif,” kata Adella kala berbincang dengan, baru-baru ini. Perempuan itu mungkin telah sinting. Ia bagai tidak menikmati nyeri pada komponen tubuhnya yang terluka. Lebih sinting lagi, ia sendiri yang menyayat lengan dan lehernya sampai mengeluarkan tetesan merah darah segar. Tetesan darah itu, bersama sepucuk surat cinta, segera dia upload ke media sosial. yaitu bukti cinta matinya.

Penggemar Fanatik K-Pop Yang Banyak Diberitakan

Mungkin banyak orang yang bertanya-tanya, kenapa K-Pop sungguh-sungguh kuat dan mempunyai pengaruh kongkrit terpenting di kalangan member agen sbobet online Indonesia. Sebagai K-Popers tua, aku merasa bahwa nyanyian-nyanyian K-Pop bisa berdiskusi seketika ke hati pendengarnya. K-Pop mengantar pergulatan emosionil masa remaja yang penuh dinamika. Masa-masa saat tak tahu semestinya bebicara terhadap siapa, masa-masa saat mengkhawatirkan banyak hal; mulai dari asmara, masa depan, sampai cita-cita. K-Pop datang menjadi teman tanpa memberikan prasangka.

Kala itu sebagai buah hati muda, aku tak tahu arti dari lirik berbahasa Korea. Apalagi dikala itu belum banyak fasilitas berupa subjudul ataupun blog yang ingin menerjemahkan seluruh lirik nyanyian.

“Selama seseorang itu masih dapat mengendalikan responnya, perilakunya saat ia menyenangi sesuatu itu masih tak apa-apa. Melainkan jikalau contohnya ia hingga menumbangkan nalar, lalu kemudian tak dapat mengendalikan tanggapan hingga alhasil ia menjalankan bermacam ragam sistem dan menghalalkannya, nah itu baru perlu dianalisa lebih lanjut.

Menjadi bucin K-Pop sampai menjalankan hal di luar nalar, ditambahkan Ratih, dapat merusak jati diri seseorang. “Sebab ia akan hidup dimana bayang-bayang-bayang dari sesuatu yang ia sukai dan jadi sibuk untuk senantiasa konsentrasi untuk dengan hal yang ia sukai tanpa konsentrasi dengan perkembangan